Ndik

Terlalu banyak variabel menggantung bebas
Sulit mengatur keadaan hingga terkontrol
Medan telaahnya cukup rumit
Jalur logikanya penuh lubang
Belum runut masih kacau
Bingung dengan berbagai macam pendekatan
Sampai terbengkalai dan hanya menerka2 saja
Pembuktian sepertinya harus nenunggu

dinda
sulit rasanya menarik simpulan
sekarang atau menanti nanti sampai tiba masanya

Sebab tiada yang bisa terencana pasti
dia menggantung serba tidak pasti

Tidak mudah sebab ini urusan mulia
Bukan sepele
Bukan candaan
Kadarnya cukup untuk dianggap serius.

Syawal tahun ini
Abang masih belum mengerti

Kepastiannya terlalu kecil untuk abang manurh janji
keraguannya cukup besar buat abang menahan diri

mari sama mendo'a
biar niat baik ini mendapat dukungan-Nya

rindukah?

rindu (?)
datang dalam mimpi

berani betul
aku dikerjainya
sampai bingung berhari-hari

bukan mimpi yang buruk
bukan juga mimpi yang asik

bangunku bertanya tanya
apa maksudnya ?

adakah yang belum selesai?
sampai diinterupsi dalam mimpi
hendak mencari jalan untuk diselesaikan?

semoga ini mimpi petanda baik
bagi hidupmu
dan hidupku

mari sama-sama berjalan bahagia di jalan masing-masing

Mundur

lalu

dia tarik selembar kain
ditutupnya kepala bahkan wajah
membelakang
menjawab seadanya

tiba malu
bersamaan dengan takutku

baiklah
waktunya berdiri agak jauh
tunduk
mundur kebelakang

berlarilah
kencang
jangan berbalik

kejar janji-Nya

maaf baru sadar
berdiri menghalau jalanmu
...

Jalan Lain

harus kutemukan cara
berhenti
memikirkan tentangmu

rasanya sulit
sebab kutemukan jejakmu
di setiap jalan pulang pergiku

resah
adalah penanda
aba aba agar segera mengambil jalan lain
bukan disisi yang terluka
bukan juga pada bagian yang masih menganga

kalau suatu hari
ketemu lagi
akan kutepuk saja pipimu
lalu kukembalikan keresahan yang terbawa-bawa

semoga lupa sebagai balasannya
atas resah yang ku bawa-bawa
lupa sudah lebih dari cukup

rencanaku

rencanaku malam ini
menjelaskan keadaan

bukan sulit meletak percaya
kalau selesai sudah kubaca
riak wajahmu
kedipan mata
gerak tangan
atau tawa sedihmu

sebab
kata-kata tidak selalu sempurna
ia tersenyum
belum tentu tulus
ia menyatakan
belum tentu jujur
tertawanya tulisan
bisa jadi pura2

bisa jadi persangkaan ku saja

aku tak mau berenang di pantai atau permukaan...

kau mau kuajak menyelam
mengerti yang tersembunyi dikedalaman
sebab hanya yang mati yang tersapu kepantai
hanya sisa sisa

jangan sampai yang kau kira segalanya
hanya potongan2 sisa dan sampah saja

kita tunda dulu...


Kunci

Kunci kunci perbaikan diri
Kupungut sana sini
Kupaksakan pada diriku
Kadang bentuknya terlihat keliru
Terlebih alurnya
Entah bisa masuk kelubang kunci atau hanya tertahan diluar

Satu dua anak kunci berhasil masuk
Sibuk ku putar putar
Berharap terbuka
Biar ragu
Memaksa maksa
Hingga jengah dan gerah sendiri

Aku masih diluar
Berhari-hari
Siang kepanasan
Malam kedinginan
Sendiri kebingungan

Aku ijin pergi mencari ahli kunci-kunci
Biar tidak kurusak pintuku
Atau kubuang waktuku

Aku tidak mau tinggal di halaman depanku
Selamanya...

siapa yang harus diobati ?

siapa yang harus diobati ?

Syahdan...
Diajarkannya sekelompok anak muda. aliran pengobatan arus utama yang dikenal dengan sebutan kedokteran. selainnya disebut aliran pengobatan alternatif...

Sekitar lima sampai enam tahun lamanya dididik dan dilatih hingga dianggap mapan secara keilmuan dan skill, setelah diuji tentunya, uji kompetensi namanya...
Sampai tiba penentuan hari, dokter diminta meluangkan waktunya setahun untuk DIMAHIRKAN. di beri gaji dan ruang yang dianggap layak untuk mencakupi lapisan pelayanan kesehatan didaerah....

dokter...
bingungnya terlalu, tempatnya belajar di menara gading. sibuk menikmati kelengkapan fasilitas. jumlah dan jenis obat tidak terbatas, pemeriksaan penunjang lebih banyak dari keterangan yang dikorek dari wawancara dan pemeriksaan fisik dengan kedua tangannya...

Sampai di rumah sakit daerah...
adrenalin menyapu aliran darah, memacu jantung, menyesakkan nafas, meningkatkan awas, pupil berdilatasi menangkap sebanyak-banyaknya jumlah cahaya... bukan...bukan pasien yang anfal didepannya. anak laki-laki usia 3 tahun dengan perawakan kurus datang dengan ibunya. Semingguan batuk, pilek yang sudah seminggu tidak hilang. demamnya naik turun, bibirnya kering pecah-pecah. kulitnya kendor, matanya cekung, tangisnya pelan diselingi tidur yang tiba-tiba, kencingnya kurang kekuningan, BAB belum sejak kemarin...  fight or flight...dokter penanggung jawab sedang ada rapat di ibukota kabupaten

Terpaku menatap anamnesa yang sudah dia tulis, bukan sibuk berfikir-fikir mau bertanya apa lagi apa yang hendak dikerjakan... freeze alias blank... bingung harus buat apa dan tidak ada jalan untuk meninggalkan apa yang sedang dihadapi....

tertunduk sejenak menyatukan kedua tangan dari balik meja... sinar bantuan datang diiringi nyanyian yang sedang tren..

"!!! periksa baik-baik tanda vitalnya. ABCD.  pasang infus bro sambil ambil sampel darah, beri oksigen... tanda vital stabil kirim saja ke rs, jangan ambil resiko bro. temani ki di rujuk...jang ko lupa lapor doktermu nah" kurang lebih itu isi bisikan gaib yang muncul dari balik meja. yak... kali ini ponsel cerdas memang bisa diandalkan.

Tulisan ini bukan sumbangan keluhan untuk semesta. tulisan ini bentuk keinsyafan pada kekurangan diri sambil menunjuk-nunjuk cela diluar diri yang kiranya sulit untuk diterima sebagai maklumat, cela yang sebenarnya bisa kita perbaiki, daya pada kita hanya upaya yang belum ada.

selamat datang di gerbang kematian. satu-satunya tempat kesembuhan bagi kehidupan. kami diajarkan untuk mengingkarinya....






   



 

Der Arzt

Der Arzt : Dokter

Dalam bahasa Jerman mereka menyebut dokter demikian. Awalnya kukira ada hubungannya dengan art yang berarti seni atau kesenian dalam bahasa Inggris, ternyata tidak sama sekali. dari hasil googling mencari akar dan sumber katanya, arzt adalah sebuah fam dari keluarga yang berprofesi sebagai pengobat dari tahun 1300-an. Akhirnya saya tertawa-tawa sendiri menyaksikan cocoklogi ku kacau sendiri.

Sebab sering ku dapati ungkapan, "kedokteran adalah seni" atau "medicine is an art." makanya. ku kait-kaitkanlah origin kata arzt ini dengan seni. Sejak kuliah tidak pernah pasti kumengerti makna ungkapan ini, bukannya ilmu kedokteran adalah sains ? masuk kedalam kelompok ilmu pasti ? tidak seperti seni yang masuk kelompok ilmu non eksak. Mari menggali-gali.

Lalu hari itu, seorang professor yang umurnya sudah separuh abad masuk ke dalam kelas. beberapa asistennya yang dokter residen atau calon spesialis ikut masuk. mereka duduk berjejer paling depan. ikut kuliah dengan kami mahasiswa kedokteran. Sekarang sedang blok etik kalau tidak salah, kuliahnya lebih mirip talk show motivasi yang dibawah om mario, tapi ini lebih berapi-api, menggebu-gebu. diantara tumpukan pesan yang prof kirim satu yang teringat. "you will do the best if you knew what the best is,"  yak...! ngomongnya memang buanyak bahasa Inggris-nyak, apalagi slide kuliahnya, banyak yang bahsa inggris. secara beliau sekolahnya pernah di luar negeri. "kamu bakal melakukan yang terbaik jika kamu lebih dulu tau mana yang terbaik." lumayan enteng buat dimengerti. kalau pakai bahasa sendiri, standar perbuatan terbaik kita berdasarkan apa yang kita tau paling baik. secara etik ataupun standar keilmuan.
 --------------------------------------------------------------------------------
oh iya...ijin sedikit melenceng. yaelah...ini pan tulisanku, mana minta ijin... hahaha
Soal orang2 yang katanya ke Arab-araban kalau ngomong, iya kayak antum. afwan yak, langsung tunjuk...

Pas nulis ini, saya jadi mikir. prof yang orang indonesia ke Amrik2an dong... secara ngomongnya buanyak di campur english...iyak kayak friend kita which is ndak masalah kan ? yess...

Iyalah...prof juga kan banyak baca buku dan bergaul sama bahasa inggris, jadilah terbawa-bawa bahasa inggrisnya... maklumlah...
Kalau bisa maklum maka liat sama saudara kita yang ke-arab-araban ntu... mereka ngaji kitab gundul, sehari-hari belajar bahasa arab, sekolahnya di-Arab. Mbok yah maklum kalau mereka kearab-araban...
Sebenarnya mengguna kata "mereka" bisa menjerumus dalam over generalisasi sebuah fenomena terhadap satu populasi, kayak ungkapan "kau tau lah bagaimana orang Indonesia." tapi ngerti kan maksudku ?

Mari berkeadilan sejak dalam prasangka...:) hahaha--quote ini ane nyolong, sorry gan...

Budaya kita berakar banyak, dari arab, india, melayu dll...Tapi berpangkal satu...
janganlah akar dicabut-cabut...akar yang menyerabut luas itu kan mengokohkan. mangnya mau kayak toge, akarnya satu dicabut pulak....hahaha...
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

maaf yak... tiba-tiba kehilangan selera menulis...hahaha




Tahun Baru

Sejak kemarin...
Baru terasa kalau tahun baru sudah masuk. Sudah masuk hari ke dua. dua tiga bulan belakangan sibuk bolak-balik Surabaya-Makassar-Palopo. Menemani Bapak, Mengunjungi ibu atau sekedar pulang ke Makassar untuk menyiram tanaman. lumayan...sampai desember kemarin wisuda dokter.

bulan Agustus yang paling mendebarkan. semacam hari penghakiman bagi pelajaran kedokteran yang ku pelajari. Sampai kutulis tiba tiba-tiba. Sesal memang mengerikan. Alhamdulillah berbayar di bulan september...lulus. datang tiba-tiba adalah sesal pada akhirya, belajar yang tidak serius akhirnya menyisakan rasa sesal dihadapan kesulitan. Bukan karena takut tidak lulus, tapi kecewa pada diri sendiri yang terasa menyesakkan... akhirnya teringat juga puisi Ali Hasjmi, "Menyesal."

Menyesal

Pagiku hilang sudah melayang,
Hari mudaku sudah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu, miskin harta

Ah, apa guna kusesalkan
Menyesal tua tiada berguna
Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan
Atur barisan di hari pagi
Menuju arah padang bakti.

Karya: Ali Hasjmi  

Maret dan bulan-bulan sebelumnya, masih sibuk menyelesaikan kepaniteraan klinik. sampai pada minggu keempat maret, akhirnya selesai. april, mei, juni,dan juli sibuk "bersiap" diri...diselingi ramadhan yang diisi panik karena belajar yang sedikit sedang ujian mendekat.

ada lain yang kau ingat ?
sibuk mengamati pohon TIN yang buahnya matang satu-satu...

Terima kasih tahun-tahun lalu...kesanmu hanya itu.
Selebihya tidak perlu. 
Semoga tahun tahun depan tidak perlu membaca puisi Ali Hasjmi lagi...

Tiba-tiba tiba

Tiba-tiba berakhir
Tiba bersama penyesalan

Buru-buru mengingat
Baru-baru mengerti
Sibuk mengulang-ulang
Lupa terus berulang

Membongkar tumpukan ingatan
Menyisir buku catatan

Kesulitan menjawab soal yang ribuan

Malam sebelum diuji paham dan mahirnya

Tiba juga penyesalan
Perjalanannya jauh
6 tahun
Menumpang lalai ditemani malas
Serombongan dengan lemah cita-cita dan semangat

Dari sepi
Tersenyum sambil melambaikan tangan
Berlari kearahku cepat-cepat
Memeluk terlalu erat sampai menyesakkan
Merusak suasana hati
Sampai hampir menumpah tangis

Aku di sergap sesal
Disayangnya aku
Sampai berhari lewat tak mau berlalu
Ikut denganku
Kemana saja pikiranku pergi

Aku tidak bisa menolak sesal
Cintanya padaku terlalu besar
Katanya aku orang yang tepat

Sebab Telah ku penuhi syarat datangnya

Aku tak akan mati dalam sesal
---------------------------