Matahari bergerak meninggi tidak terkejar. Cahaya pagi membakar menyengat para penggiat. Pagi bergerak mendekati siang hari. Pagi menjelang pengganti, siang sebentar lagi mengganti. Tembok rata membentuk empat sisi, lampu masih menyala. sinar matahari merangsak masuk menembusi kain penutup jendela. Sementara itu, aku masih berbaring menatap langit-langit dari kayu lembar seri. motif plafon membentuk segi delapan dengan sudut-sudut yang nyaris pas dan presisi. Pikiranku kulayangkan melewati rangkaian masa lalu, menembusi tiap potongan waktu. aku sering melakukan hal itu. selain untuk menentukan dalam kondisi apa diriku sebenarnya dan untuk mengevaluasi apa yang sudah ku buat kemarin.
Dalam perjalanan menembusi waktu dengan mesin waktu (baca: ingatan). aku berjalan hati-hati menembusi waktu, mencatat setiap gejala dan pelajaran yang terlupakan. sambil membawa papan clipboard berisi "Peta Hidup" yang kutulis saat berusia 18 tahun. Setiap mesin waktu punya kelebihan dan kekurangan, semuanya bisa diatasi dengan melaporkan pada Pemiliknya (baca: Allah swt), format pelaporannya adalah "kesyukuran dan permintaan dengan keyakinan penuh". Mesin waktu milikku agak sulit mengunjungi momen tertentu. Terlalu banyak banyak hal lupa ku catat setiap hari, setidaknya hari ini aku mencoba mencermati setiap irisan hari, minggu, bulan dan tahun yang lalu.
Seketika aku tersadar, sepertinya ada penyimpangan dalam perjalanan menuju cita-cita. iya kah ? apa yang sebenarnya ku cita-citakan ? apa aku masih dalam keadaan terdampar tapi sedang tidak sadar ? apa sebenarnya aku sedang bergerak menuju cita-cita tapi sebenarnya aku bergerak menjauhinya dan tenggelam dalam sepotong proses melingkar yang ujungnya belum ketemu ?....!@!##$#$%^--semoga karakter-karakter ini membantu menjelaskan keadaan kepalaku.
haruskah aku aku menjelaskan pada yang lain bahwa inilah cita-cita ku ? aku tak bisa berhenti peduli dan aku rela menepi sebentar untuk membereskan yang terlihat bermasalah oleh ku. bagaimana sehrusnya ? sedang aku terikat waktu...
mengambil sikap !
masa depan adalah tindakan yang diambil hari ini, jadi aku akan membentuk esok dengan meninggalkan "sepotong proses melingkar" dan bergerak menghindari " sepotong proses melingkar". aku keluar dan mencari metode baru...
masa depan adalah tindakan yang diambil hari ini, jadi aku akan membentuk esok dengan meninggalkan "sepotong proses melingkar" dan bergerak menghindari " sepotong proses melingkar". aku keluar dan mencari metode baru...
"semua bergantung pada jalan yang kau ambil , cara yang kau putuskan sendiri, tujuan yang ingin kau capai. tanya kenapa pada ketiganya"
ini sudah gelap, aku tak mau menemui gelap pangkat dua...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar